Sebagai orang dewasa, kepribadian atau diri kita terdiri dari tiga bagian utama: id , ego, dan superego, Id, bagian dasar dan primal dari kepribadian, adalah bagian dari diri yang kita miliki sejak lahir. Ini terdiri dari diri yang digerakkan secara biologis dan mencakup naluri dan dorongan kita. Ini adalah bagian dari diri kita yang menginginkan kepuasan segera. Di kemudian hari, ia menjadi rumah bagi hasrat kita yang terdalam, yang seringkali tidak dapat diterima, seperti seks dan agresi. Ia beroperasi di bawah prinsip kesenangan yang berarti bahwa kriteria untuk menentukan apakah sesuatu itu baik atau buruk adalah apakah itu terasa baik atau buruk. Seorang bayi sepenuhnya adalah id.
Selanjutnya, ego mulai berkembang selama tiga tahun pertama kehidupan seorang anak. Komponen kepribadian terakhir yang berkembang, superego , mulai muncul sekitar usia lima tahun ketika seorang anak semakin banyak berinteraksi dengan orang lain, mempelajari aturan sosial tentang benar dan salah. Superego bertindak sebagai hati nurani kita; ia adalah kompas moral kita yang memberi tahu kita bagaimana seharusnya kita berperilaku. Ia berjuang untuk kesempurnaan dan menilai perilaku kita, yang mengarah pada perasaan bangga atau—ketika kita tidak mencapai ideal—perasaan bersalah.
Berbeda dengan id yang bersifat naluriah dan superego yang berbasis aturan, ego adalah bagian rasional dari kepribadian kita. Ego dianggap Freud sebagai diri, dan merupakan bagian dari kepribadian kita yang dilihat oleh orang lain. Tugasnya adalah menyeimbangkan tuntutan id dan superego dalam konteks realitas; dengan demikian, ego beroperasi berdasarkan apa yang disebut Freud sebagai "prinsip realitas". Ego membantu id memuaskan keinginannya dengan cara yang realistis.
Id dan superego selalu berkonflik karena id menginginkan kepuasan instan tanpa mempedulikan konsekuensinya, tetapi superego memberi tahu kita bahwa kita harus berperilaku dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Jadi, tugas ego adalah menemukan jalan tengah. Ia membantu memuaskan keinginan id dengan cara rasional yang tidak akan membawa kita pada perasaan bersalah. Menurut Freud, seseorang yang memiliki ego kuat, yang dapat menyeimbangkan tuntutan id dan superego, memiliki kepribadian yang sehat. Freud berpendapat bahwa ketidakseimbangan dalam sistem dapat menyebabkan neurosis (kecenderungan untuk mengalami emosi negatif), gangguan kecemasan, atau perilaku tidak sehat. Misalnya, seseorang yang didominasi oleh id-nya mungkin narsis dan impulsif. Seseorang dengan superego dominan mungkin dikendalikan oleh perasaan bersalah dan menyangkal diri mereka sendiri bahkan kesenangan yang dapat diterima secara sosial; sebaliknya, jika superego lemah atau tidak ada, seseorang mungkin menjadi psikopat. Superego yang terlalu dominan dapat terlihat pada individu yang terlalu terkontrol, yang pemahaman rasionalnya terhadap realitas begitu kuat sehingga mereka tidak menyadari kebutuhan emosional mereka, atau, pada orang neurotik yang terlalu defensif (terlalu sering menggunakan mekanisme pertahanan ego).
• Neurosis • Kecemasan • Perilaku tidak sehat
- 🔺 ID (Insting)
- ⚫ Ego (Realitas)
- 🔹 Superego (Norma)

Komentar
Posting Komentar